Friday, July 12, 2013

MAHAMERU

Pendakian Gunung Semeru 18-23 Juni 2013
VOLCANO Grobogan 

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.


Ranu Kumbolo

Rute Pendakian Gn. Semeru

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru termasuk dalam 4 (empat) wilayah Kabupaten, yaitu Kab. Proholinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Malang dan Kab. Lumajang. Kawasan ini banyak dikenal oleh wisatawan asing maupun do­mestik, terutama kawasan Bromo.
Untuk menuju G. Bromo dari arah Pasuruan: Dari Surabaya kita naik bus jurusan Probolinggo dan turun di Pasuruan. Selanjutnya naik Colt jurusan Tosari – Wonokitri. Di sini kita dapat bermalam di hotel atau losmen atau dapat juga langsung meneruskan perjalanan menuju G. Penanjakan, atau masuk ke lautan Pasir dan menuju puncak G. Bromo.
G. Penanjakan merupakan titik pandang terbaik ke arah kawasan G. Bromo, dimana Kawah Bromo nampak sebagai suatu panorama yang amat eksotis, dengan kepulan asap dan warna-warni punggungan bukit bekas lelehan lava belerang disekitarnva dan hamparan padang pasir mengelilinginva. Disini pemandangan matahari terbitpun nampak lebih indah dengan puncak G. Semeru sebagai latarnya.
Bila dari arah Probolinggo, kita naik Colt atau bis jurusan Sukapura terus Ngadisari. Dari Ngadisari naik kendaraan/berjalan kaki menuju Cemoro Lawang sejauh 3 Km. Di Cemoro Lawang kita dapat bermalam di hotel maupun losmen atau di rumah-rumah penduduk. Besok pagi-pagi sekali kita dapat melanjutkan perjalanan ke kawah G. Bromo yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun naik kuda sewa, untuk menyaksikan panorama matahari terbit.
Masyarakat sekitar G. Bromo yaitu masyarakat Tengger mempunyai upacara tradisi tahunan yaitu upacara melempar sesaji pada tengah malam (tepat pkl. 24.00 WIB), yang disebut dengan upacara “Kasodo”. Upacana adat Tengger ini, biasanya sangat meriah dan sering dihadiri oleh pejabat-pejahat tinggi serta masyarakat Indonesia lainnya juga para turis asing yang jumlahnya mencapai puluhan ribu pengunjung.
Suhu di kawasan Bromo ini antara 5 – 14 C. Dan padang pasir Bromo kita dapat naik ke G. Batok, G. Kursi, maupun G. Pananjakan. Di kawasan G. Bromo ini banyak dijumpai panorama yang sangat menakjubkan.
Untuk menuju Gunung yang tertinggi di Pulau Jawa yaitu G. Semeru ( 3.676 m)~ paling mudah dicapai adalah dari arah Malang dengan naik Colt jurusan Tumpang, kemudian menuju desa Ranupane (2.200 m) dengan melewati desa Gubug Klakah (1.100 m) dan Ngadas (2.000 m) dengan Truk atau Jeep ongkosnya Rp. 6.000 sampai Rp. 10.000,- per onang (tahun 1999).
Desa Ranupane (2.100 m) adalah desa terakhir dan tempat pemeriksaan serta pos untuk melapor bagi para pendaki untuk naik, dan juga terdapat pondok pendaki untuk bermalam dan beristirahat. Ranu Pane mempunyai penduduk sekitar 60 orang yang merupakan perkampungan kecil, pekerjaan mereka pada umumnya bertani sayur-sayuran. Selain terdapat Ranu (danau) Pane, disebelahnya tendapat ranu lagi yang namanya Ranu Regulo.
Perjalanan ke Puncak G. Semeru dimulai dan desa Ranupane menuju Ranu Kumbolo pagi harinya pukul 7.00 melalui jalan setapak, jaraknya 13 Km., tidak terlalu terjal dengan memakan waktu sekitan 3-4 jam perjalanan. Di Ranu Kumbolo ada Pondok Pendaki untuk istinahat dan memasak. Daerah ini airnya inelimpah dan berada pada ketinggian 2.400 m dari permukaan laut. Ranu Kumbolo memiliki pemandangan yang sangat indah terlebih pada pagi hari bila kita dapat melihat matahani terbit dari celah-celah bukit.
Dari Ranu Kumbolo perjalanan dilanjutkan menuju Kalimati (2.700 m) melalui hutan cemara dimana kadang kita jumpai burung dan kijang. Penjalanan ini ditempuh 2 – 3 jam / 10 Km. Disini kita dapat mendirikan tenda, dan apabila kita membutuhkan air dapat menuju Sumbermani, kearah barat menelusuni pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh perjalanan 1 jam pulang pergi. Tetapi dianjurkan kehutuhan air telah dipersiapkan di Ranu Kumbolo.
Sebenarnya kita dapat juga berkemah di Ancopodo 1 jam perjalanan dari Kalimati ke arah puncak G. Semeiru. tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering tenjadi tanah longsor di kawasan tersebut.
Dari Kalimati biasanya para pendaki memulai pendakian menuju puncak pagi-pagi sekali, yaitu sekitar pukul 2 – 3 pagi dengan melalui hutan cemara 1 jam dan bukit pasir selama 2 – 3 jam untuk sampai di puncaknya, dengan keadaan jalan yang terjal menanjak.
Puncak Semeru yang biasa didaki adalah Puncak “Mahameru”. Dari puncak ini akan terlihat kawah yang disebut “Jonggring Saloko” dan yang uniknya setiap 10-15 menit sekali menyemburkan batuan vulkanis dengan didahului asap yang membumbung tinggi. Suhu di puncak Mahameru dingin sekali yaitu 0-4 C yang kadang-kadang berkabut tebal disertai badai angin. Pada saat badai dianjurkan untuk menunda pendakian ke puncak.
Panorama dari Puncak Mahameru tak akan pernah terlupakan indahnya, dimana terlihat puncak-puncak gunung di Jawa Timur, pesisir dan pantai, serta matahani terbit di ufuk timur.
Mendaki G. Semeru sebaiknva dimusim kemarau yaitu pada bulan-bulan Juni, Juli, Agustus dan September. Pendaki juga dianjurkan untuk tidak mendaki pada musim hujan di bulan Januani dan Februari, dimana sering terjadi badai dan tanah longsor.
Dari puncak turun kembali ke kemah (Kalimati) dibutuhkan waktu 1 jam, dan 3 jam untuk sampai di Ranu Kumbolo dan diperlukan 3 jam lagi untuk mencapai Ranu Pane. Bila sampai di Ranu Pane menjelang sore, kalau ada mobil kita bisa terus turun ke Gubug Klakah atau ke Tumpang, atau kita bisa bermalam di Ranu Pane dan besok paginya kita dapat turun kembali ke Tumpang.
Turun dari Ranupane ke arah Tumpang kita dapat juga menuju ke kawasan G. Bromo, melalui pertigaan Jempiang (2 Km sebelum desa Ngadas) ke arah kanan.
FOTO - FOTO TEAM VOLCANO GROBOGAN 
MENDAKI MAHAMERU

Persiapan Berangkat

Naik Bis Rela jurusan Purwodadi Solo
  •  Start berangkat dari purwodadi jam 4 sore tanggal 18 Juni 2011
  •  Perjalanan Purwodadi solo 2 jam
  • sampai di terminal Tirtonadi jam 6 malam
  • berjalan menuju stasiun balapan : sampai disetasiun balapan ternyata kereta jurusan malang nggak ada n harus ke stasiun jebres terpaksa ngangkot lagi menuju stasiun jebres.
  • sampai di stasiun jebres beli tiket. ternyata kereta berangkat dari stasiun jebres jam 12 malam.. waduh nunggu lama nih... untuk itu temen temen main kartu untuk ngilangin lelah sambil nunggu kereta
di Stasiun Jebres (sambil Nunggu kereta temen temen pada main kartu)

  • jam 12 malam naik kereta matra remaja sampai stasiun malang jam 7 pagi
stasiun malang (kereta matra remaja)

  • sampai di stasiun malang melanjutkan perjalanan menuju pasar tumpang menggunakan anggkot tanggal 19 juni 2011
  • sampai di pasar tumpang melanjutkan perjalanan menggunakan mobil jeep ee.. nggak segampang itu kami harus menunggu temen temen lain yang mau mendaki ke semeru biar jeepnya penuh jadi patungannya kan bisa murah heeee
  • sampai di Ranu Pani jam setengah 3 kita istirahat sambil pakcing ulang.
1. Resor Ranu Pani atau Pos Ranu Pani. Berada di ketinggian 2.200 meter dari permukaan laut (mdpl), Ranu Pani menjadi pos perizinan dan pengecekan bagi semua pengunjung. Pengunjung yang datang berombongan cukup diwakili pemimpin regu atau kelompok dengan menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk, daftar nama pengunjung, surat keterangan sehat, dan daftar barang bawaan pengunjung.
sampai di ranu pane (pos pendakian)



pendaftaran pendakian

  • team mulai mendaki tepat pukul 4 sore tgl 19 Juni 2011
 2. Landengan Dowo (2.270 mdpl). Berjarak 3 kilometer dari Ranu Pani dengan waktu tempuh 60 menit. Landengan menjadi lokasi jalur pendakian pertama yang didominasi pohon akasia.

3. Watu Rejeng (2.300 mdpl). Berjarak 5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 90 menit. Ini lokasi jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo, dengan panorama dinding batu setinggi sekitar 100 meter.

4. Ranu Kumbolo (2.390 mdpl), basecamp untuk beristirahat yang berjarak 10 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 180 menit alias 3 jam.
  • sampai di Ranu Kumbolo jam 7 malam 19 Juni 2011

bermalam di ranu kumbolo

  • Pagi Yang cerah di kawasan ranu kumbolo. Membuat sarapan pagi (menggoreng pisang) tgl 20 juni 2011






view ranu kumbolo

Camp Ranu kumbolo
Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha. Ranu kumbolo mempunyai air yang sangat jernih dan banyak ikan yang hidup di danau tersebut.


Pos Ranu kumbolo dari Bukit cinta




menikmati keindahan Ranu kumbolo

tanjakan cinta

tanjakan cinta

 5. Oro-oro Ombo (2.460 mdpl), lokasi jalur pendakian ke Puncak Mahameru yang berjarak 10,5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 200 menit.
oro oro ombo





cemoro kandang

6.Cemoro Kandang (2.500 mdpl), berjarak 11,5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 245 menit. Cemoro kandang bervegetasi cemara gunung.
makan siang di kawasan cemoro kandang
puncak mahameru dari jambangan
  7.Jambangan (2.700 mdpl). Lokasi jalur pendakian yang didominasi pohon mentigi dan padang rumput atau sabana ini berjarak 13 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 330 menit.
sampai di kalimati jam
8. Kalimati (2.800 mdpl). Basecamp untuk beristirahat ini berjarak 14,9 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 360 menit.
  • sampai di kalimati jam 3 sore tgl  20 Juni 2011

  • bermalam lagi di kali mati tgl 20 Juni 2011
arah menuju sumber air mani
 Sumber mani beradi di daerah kali mati tepatnya berada disebelah kanan sebelum camp kalimati menuju kebawah kurang lebih 200 m dari camp kalimati

sumber mani



.9. Arcapodo (2.900 mdpl). Basecamp terakhir ini berjarak 16,4 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam.

Cemoro Tunggal (Batas Vegetasi


10 . Puncak mahameru ( 3.676 mdpl)
  •  jam 2 malam melanjutkan perjalanan menuju arcopodo tgl 21 Juni 21 juni
  • hanya membawa bekal air minum n makanan kecil(barang yang lain ditinggal di Camp kalimati)
  • sampai arcopodo jam 4 pagi
  • sebagian temen langsung mendaki
  • karena ada teman yang gak kuat terpaksa saya haris dan 2 temen ngecamp lagi di arcopodo
  • saya dan teman saya 1 start lagu jam 6 menuju puncak.dan temen yang 1 saya tinggal di camp arcopodo
  •  sampai puncak jam 8 pagi tgl 21 Juni 2011
  • foto foto sebentar


in memori soe hok gie & idhan lubis
  • kita turun menuju arcopodo menjemput teman yang tadi nggak kuat
  • istirahat di arcopodo
  • turun menuju camp kali mati tgl 21 Juni 2011
  • makan siang di camp kalimati
makan siang di kalimati
  • turun menuju ranu kumbolo
  • sampai ranukumbolo jam  4 sore
  • istirahat
  • jam 5 sore start turun lagi
  • sampai di camp ranu pani jam setengah 8 tgl 21 juni 2011
  • ngecamp di ranu pani sambil nunggu temen yang belum sampai camp ranu pani
  • tgl 22 juni temen yang lain baru sampai di base camp ranu pani jam 10 pagi
  • mandi,sarapan,packing,lapor kalau sudah turun
  • star menuju pasar tumpang menggunakan jeep
  • sampai di pasar tumpang.ganti anggkot menuju satsiun malang 
  • naik kereta matra remaja menuju ke solo jebres jam 2 siang tgl 22 Juni
  • sampai solo jebres jam 9 malam
  • makan dulu di kucingan dikawasan solo jebres
  • menuju terminal tertonadi
  • sampai terminal jam 11 malam
  • bermalam di terminal nunggu bis berangkat jam setengah 4 pagi tgl 23 Juni 2011
  • sampai purwodadi jam setengah 6 tgl 23 juni 2011
SAMPAI DISINI CERITA TEAM VOLCANO GROBOGAN DALAM PENDAKIAN GUNUNG SEMERU
sampai di sini cerita team volcano grob






































































































































































































































No comments:

Post a Comment