Pendakian Gunung Semeru 18-23 Juni 2013
VOLCANO Grobogan
Gunung Semeru atau
Sumeru adalah
gunung berapi tertinggi di
Pulau Jawa,
dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).
Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten
Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55'
BT.
Pada tahun
1913 dan
1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November
1973.
Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran
lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di
Lumajang.
 |
| Ranu Kumbolo |
Rute Pendakian Gn. Semeru
Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru termasuk dalam 4 (empat)
wilayah Kabupaten, yaitu Kab. Proholinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Malang
dan Kab. Lumajang. Kawasan ini banyak dikenal oleh wisatawan asing
maupun domestik, terutama kawasan Bromo.
Untuk menuju G. Bromo dari arah Pasuruan: Dari Surabaya kita naik bus
jurusan Probolinggo dan turun di Pasuruan. Selanjutnya naik Colt
jurusan Tosari – Wonokitri. Di sini kita dapat bermalam di hotel atau
losmen atau dapat juga langsung meneruskan perjalanan menuju G.
Penanjakan, atau masuk ke lautan Pasir dan menuju puncak G. Bromo.
G. Penanjakan merupakan titik pandang terbaik ke arah kawasan G.
Bromo, dimana Kawah Bromo nampak sebagai suatu panorama yang amat
eksotis, dengan kepulan asap dan warna-warni punggungan bukit bekas
lelehan lava belerang disekitarnva dan hamparan padang pasir
mengelilinginva. Disini pemandangan matahari terbitpun nampak lebih
indah dengan puncak G. Semeru sebagai latarnya.
Bila dari arah Probolinggo, kita naik Colt atau bis jurusan Sukapura
terus Ngadisari. Dari Ngadisari naik kendaraan/berjalan kaki menuju
Cemoro Lawang sejauh 3 Km. Di Cemoro Lawang kita dapat bermalam di hotel
maupun losmen atau di rumah-rumah penduduk. Besok pagi-pagi sekali kita
dapat melanjutkan perjalanan ke kawah G. Bromo yang dapat ditempuh
dengan berjalan kaki maupun naik kuda sewa, untuk menyaksikan panorama
matahari terbit.
Masyarakat sekitar G. Bromo yaitu masyarakat Tengger mempunyai
upacara tradisi tahunan yaitu upacara melempar sesaji pada tengah malam
(tepat pkl. 24.00 WIB), yang disebut dengan upacara “Kasodo”. Upacana
adat Tengger ini, biasanya sangat meriah dan sering dihadiri oleh
pejabat-pejahat tinggi serta masyarakat Indonesia lainnya juga para
turis asing yang jumlahnya mencapai puluhan ribu pengunjung.
Suhu di kawasan Bromo ini antara 5 – 14 C. Dan padang pasir Bromo
kita dapat naik ke G. Batok, G. Kursi, maupun G. Pananjakan. Di kawasan
G. Bromo ini banyak dijumpai panorama yang sangat menakjubkan.
Untuk menuju Gunung yang tertinggi di Pulau Jawa yaitu G. Semeru (
3.676 m)~ paling mudah dicapai adalah dari arah Malang dengan naik Colt
jurusan Tumpang, kemudian menuju desa Ranupane (2.200 m) dengan melewati
desa Gubug Klakah (1.100 m) dan Ngadas (2.000 m) dengan Truk atau Jeep
ongkosnya Rp. 6.000 sampai Rp. 10.000,- per onang (tahun 1999).
Desa Ranupane (2.100 m) adalah desa terakhir dan tempat pemeriksaan
serta pos untuk melapor bagi para pendaki untuk naik, dan juga terdapat
pondok pendaki untuk bermalam dan beristirahat. Ranu Pane mempunyai
penduduk sekitar 60 orang yang merupakan perkampungan kecil, pekerjaan
mereka pada umumnya bertani sayur-sayuran. Selain terdapat Ranu (danau)
Pane, disebelahnya tendapat ranu lagi yang namanya Ranu Regulo.
Perjalanan ke Puncak G. Semeru dimulai dan desa Ranupane menuju Ranu
Kumbolo pagi harinya pukul 7.00 melalui jalan setapak, jaraknya 13 Km.,
tidak terlalu terjal dengan memakan waktu sekitan 3-4 jam perjalanan. Di
Ranu Kumbolo ada Pondok Pendaki untuk istinahat dan memasak. Daerah ini
airnya inelimpah dan berada pada ketinggian 2.400 m dari permukaan
laut. Ranu Kumbolo memiliki pemandangan yang sangat indah terlebih pada
pagi hari bila kita dapat melihat matahani terbit dari celah-celah
bukit.
Dari Ranu Kumbolo perjalanan dilanjutkan menuju Kalimati (2.700 m)
melalui hutan cemara dimana kadang kita jumpai burung dan kijang.
Penjalanan ini ditempuh 2 – 3 jam / 10 Km. Disini kita dapat mendirikan
tenda, dan apabila kita membutuhkan air dapat menuju Sumbermani, kearah
barat menelusuni pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh perjalanan 1
jam pulang pergi. Tetapi dianjurkan kehutuhan air telah dipersiapkan di
Ranu Kumbolo.
Sebenarnya kita dapat juga berkemah di Ancopodo 1 jam perjalanan dari
Kalimati ke arah puncak G. Semeiru. tetapi kondisi tanahnya kurang
stabil dan sering tenjadi tanah longsor di kawasan tersebut.
Dari Kalimati biasanya para pendaki memulai pendakian menuju puncak
pagi-pagi sekali, yaitu sekitar pukul 2 – 3 pagi dengan melalui hutan
cemara 1 jam dan bukit pasir selama 2 – 3 jam untuk sampai di puncaknya,
dengan keadaan jalan yang terjal menanjak.
Puncak Semeru yang biasa didaki adalah Puncak “Mahameru”. Dari puncak
ini akan terlihat kawah yang disebut “Jonggring Saloko” dan yang
uniknya setiap 10-15 menit sekali menyemburkan batuan vulkanis dengan
didahului asap yang membumbung tinggi. Suhu di puncak Mahameru dingin
sekali yaitu 0-4 C yang kadang-kadang berkabut tebal disertai badai
angin. Pada saat badai dianjurkan untuk menunda pendakian ke puncak.
Panorama dari Puncak Mahameru tak akan pernah terlupakan indahnya,
dimana terlihat puncak-puncak gunung di Jawa Timur, pesisir dan pantai,
serta matahani terbit di ufuk timur.
Mendaki G. Semeru sebaiknva dimusim kemarau yaitu pada bulan-bulan
Juni, Juli, Agustus dan September. Pendaki juga dianjurkan untuk tidak
mendaki pada musim hujan di bulan Januani dan Februari, dimana sering
terjadi badai dan tanah longsor.
Dari puncak turun kembali ke kemah (Kalimati) dibutuhkan waktu 1 jam,
dan 3 jam untuk sampai di Ranu Kumbolo dan diperlukan 3 jam lagi untuk
mencapai Ranu Pane. Bila sampai di Ranu Pane menjelang sore, kalau ada
mobil kita bisa terus turun ke Gubug Klakah atau ke Tumpang, atau kita
bisa bermalam di Ranu Pane dan besok paginya kita dapat turun kembali ke
Tumpang.
Turun dari Ranupane ke arah Tumpang kita dapat juga menuju ke kawasan
G. Bromo, melalui pertigaan Jempiang (2 Km sebelum desa Ngadas) ke arah
kanan.
FOTO - FOTO TEAM VOLCANO GROBOGAN
MENDAKI MAHAMERU
 |
| Persiapan Berangkat |
 |
| Naik Bis Rela jurusan Purwodadi Solo |
- Start berangkat dari purwodadi jam 4 sore tanggal 18 Juni 2011
- Perjalanan Purwodadi solo 2 jam
- sampai di terminal Tirtonadi jam 6 malam
- berjalan menuju stasiun balapan : sampai disetasiun balapan ternyata kereta jurusan malang nggak ada n harus ke stasiun jebres terpaksa ngangkot lagi menuju stasiun jebres.
- sampai di stasiun jebres beli tiket. ternyata kereta berangkat dari stasiun jebres jam 12 malam.. waduh nunggu lama nih... untuk itu temen temen main kartu untuk ngilangin lelah sambil nunggu kereta
 |
| di Stasiun Jebres (sambil Nunggu kereta temen temen pada main kartu) |
 |
- jam 12 malam naik kereta matra remaja sampai stasiun malang jam 7 pagi
|
 |
| stasiun malang (kereta matra remaja) |
 |
- sampai di stasiun malang melanjutkan perjalanan menuju pasar tumpang menggunakan anggkot tanggal 19 juni 2011
|
 |
- sampai di pasar tumpang melanjutkan perjalanan menggunakan mobil jeep ee.. nggak segampang itu kami harus menunggu temen temen lain yang mau mendaki ke semeru biar jeepnya penuh jadi patungannya kan bisa murah heeee
|
 |
- sampai di Ranu Pani jam setengah 3 kita istirahat sambil pakcing ulang.
|
1. Resor Ranu Pani atau Pos Ranu Pani. Berada di ketinggian 2.200 meter
dari permukaan laut (mdpl), Ranu Pani menjadi pos perizinan dan
pengecekan bagi semua pengunjung. Pengunjung yang datang berombongan
cukup diwakili pemimpin regu atau kelompok dengan menyerahkan fotokopi
kartu tanda penduduk, daftar nama pengunjung, surat keterangan sehat,
dan daftar barang bawaan pengunjung.
 |
| sampai di ranu pane (pos pendakian) |
 |
| pendaftaran pendakian |
 |
- team mulai mendaki tepat pukul 4 sore tgl 19 Juni 2011
|
2. Landengan Dowo (2.270 mdpl). Berjarak 3 kilometer dari Ranu Pani
dengan waktu tempuh 60 menit. Landengan menjadi lokasi jalur pendakian
pertama yang didominasi pohon akasia.
3. Watu Rejeng (2.300
mdpl). Berjarak 5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 90
menit. Ini lokasi jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo, dengan panorama
dinding batu setinggi sekitar 100 meter.
4. Ranu Kumbolo (2.390
mdpl), basecamp untuk beristirahat yang berjarak 10 kilometer dari Ranu
Pani, dengan waktu tempuh 180 menit alias 3 jam.
 |
- sampai di Ranu Kumbolo jam 7 malam 19 Juni 2011
|
 |
| bermalam di ranu kumbolo |
 |
- Pagi Yang cerah di kawasan ranu kumbolo. Membuat sarapan pagi (menggoreng pisang) tgl 20 juni 2011
|
 |
| view ranu kumbolo |
 |
| Camp Ranu kumbolo |

Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha. Ranu kumbolo mempunyai air yang sangat jernih dan banyak ikan yang hidup di danau tersebut.
 |
| Pos Ranu kumbolo dari Bukit cinta |
 |
| menikmati keindahan Ranu kumbolo |
 |
| tanjakan cinta |
 |
| tanjakan cinta |
5. Oro-oro Ombo (2.460 mdpl), lokasi jalur pendakian ke Puncak Mahameru
yang berjarak 10,5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 200
menit.
 |
| oro oro ombo |
 |
| cemoro kandang |
6.Cemoro Kandang (2.500 mdpl), berjarak 11,5 kilometer dari Ranu Pani,
dengan waktu tempuh 245 menit. Cemoro kandang bervegetasi cemara gunung.
 |
| makan siang di kawasan cemoro kandang |
 |
| puncak mahameru dari jambangan |
7.Jambangan (2.700 mdpl). Lokasi jalur pendakian yang didominasi pohon
mentigi dan padang rumput atau sabana ini berjarak 13 kilometer dari
Ranu Pani, dengan waktu tempuh 330 menit.
 |
| sampai di kalimati jam |
8.
Kalimati (2.800 mdpl). Basecamp untuk beristirahat ini berjarak 14,9 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 360 menit.
 |
- sampai di kalimati jam 3 sore tgl 20 Juni 2011
|
 |
- bermalam lagi di kali mati tgl 20 Juni 2011
|
 |
| arah menuju sumber air mani |
Sumber mani beradi di daerah kali mati tepatnya berada disebelah kanan sebelum camp kalimati menuju kebawah kurang lebih 200 m dari camp kalimati
 |
| sumber mani |
|
|
|
|
 |
| .9. Arcapodo (2.900 mdpl). Basecamp terakhir ini berjarak 16,4 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. |
 |
| Cemoro Tunggal (Batas Vegetasi |
 |
| 10 . Puncak mahameru ( 3.676 mdpl) |
- jam 2 malam melanjutkan perjalanan menuju arcopodo tgl 21 Juni 21 juni
- hanya membawa bekal air minum n makanan kecil(barang yang lain ditinggal di Camp kalimati)
- sampai arcopodo jam 4 pagi
- sebagian temen langsung mendaki
- karena ada teman yang gak kuat terpaksa saya haris dan 2 temen ngecamp lagi di arcopodo
- saya dan teman saya 1 start lagu jam 6 menuju puncak.dan temen yang 1 saya tinggal di camp arcopodo
- sampai puncak jam 8 pagi tgl 21 Juni 2011
- foto foto sebentar
 |
| in memori soe hok gie & idhan lubis |
- kita turun menuju arcopodo menjemput teman yang tadi nggak kuat
- istirahat di arcopodo
- turun menuju camp kali mati tgl 21 Juni 2011
- makan siang di camp kalimati
 |
| makan siang di kalimati |
- turun menuju ranu kumbolo
- sampai ranukumbolo jam 4 sore
- istirahat
- jam 5 sore start turun lagi
- sampai di camp ranu pani jam setengah 8 tgl 21 juni 2011
- ngecamp di ranu pani sambil nunggu temen yang belum sampai camp ranu pani
- tgl 22 juni temen yang lain baru sampai di base camp ranu pani jam 10 pagi
- mandi,sarapan,packing,lapor kalau sudah turun
- star menuju pasar tumpang menggunakan jeep
- sampai di pasar tumpang.ganti anggkot menuju satsiun malang
- naik kereta matra remaja menuju ke solo jebres jam 2 siang tgl 22 Juni
- sampai solo jebres jam 9 malam
- makan dulu di kucingan dikawasan solo jebres
- menuju terminal tertonadi
- sampai terminal jam 11 malam
- bermalam di terminal nunggu bis berangkat jam setengah 4 pagi tgl 23 Juni 2011
- sampai purwodadi jam setengah 6 tgl 23 juni 2011
SAMPAI DISINI CERITA TEAM VOLCANO GROBOGAN DALAM PENDAKIAN GUNUNG SEMERU
sampai di sini cerita team volcano grob
No comments:
Post a Comment